Kesimpulan dan Refleksi
Terhadap Pemikiran-Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Sebelum saya mempelajari modul 1.1, siswa diberi kesempatan untuk bertanya, menyimak dan pembelajaran berbasis TIK, hanya saja pembelajaran yang saya lakukan lebih menekankan kepada siswa saya harus belajar mencapai target sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Saya jadi lebih memahami seperti apa pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pengajaran dan pendidikan. Menurut Ki Hadjar Dewantara, pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Pendidikan itu memerdekakan, biarlah anak-anak berputar sesuai orbitnya masing-masing. Ki Hadjar Dewantara memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Berdasarkan pemikiran tersebut, saya sebagai seorang pendidik merasa selama ini belum memberikan yang maksimal terhadap 3 kerangka perubahan Ki Hadjar Dewantara yaitu kodrat keadaan (kodrat alam dan kodrat zaman), prinsip perubahan dan budi pekerti (cipta, rasa, karsa). Setelah saya mengikuti pendidikan guru penggerak dan mempelajari modul 1.1 tentang filosofi dan pemikiran pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Saya mulai berpikir bahwa selama ini saya hanya tahu sekilas tentang semboyan dari Ki Hajar Dewantara, hanya dikulit luarnya saja tanpa memahami lebih mendalam. Dalam kegiatan pembelajaran saya ingin murid saya dapat menyerap dan memahami ilmu yang saya ajarkan. Padahal Ki Hajar Dewantara sudah mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman. Guru sebagai agen perubahan yang harus selalu bertransformasi dan bersinergi. Guru memandang keragaman peserta didik sebagai kekayaan dalam sebuah ruang kelas. Guru sepatutnya berlaku sebagaimana seorang petani atau tukang kebun dan anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam. Pendidikan dan pendidik yang memandang anak dengan rasa hormat dan berorientasi kepada anak. Tidak untuk meminta sesuatu hak namun untuk berhamba pada sang anak. Pikiran saya menjadi lebih terbuka setelah saya mempelajari modul 1.1. Sehingga saya akan berusaha dengan maksimal memberikan yang terbaik untuk siswa saya.
Setelah mempelajari dan menggali lebih mendalam modul 1.1 yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah saya akan memberikan kebebasan pada anak untuk memilih kegiatan dalam belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan anak, saya juga akan terus menuntun dalam konteks pendidikan anak, mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, berhamba kepada anak dengan menggabungkan pendidik dan pelajar dalam relasi layaknya seorang hamba dan tuannya, dimana tuannya adalah anak-anak dan hamba adalah pendidik. Kita sebagai seorang pendidik patut berbahagia apabila masih ada rasa keinginan semangat maksimal untuk terus belajar dan mengupdate kompetensi diri dengan maksimal untuk dunia pendidikan di Kabupaten Tanah Laut. Terima kasih kepada Ibu Fasilitator Calon Guru Penggerak Angkatan 10 Ibu Dra. Ida Prihantina, E.K, M.M dan Pengajar Praktik Bp. Haderiadi, S.Pd.I yang dengan sabar membimbing tanpa batasan waktu, rekan-rekan CGP Angkatan 10 dan khususnya suami saya Zubair Ud Din yang selalu memberikan suport dan semangat maksimal kepada saya untuk menyelesaikan Pendidikan Guru Penggerak ini selama 6 bulan kedepan.

Posting Komentar